Selamat Datang di infoproduksi.com!

Pengertian Tespen (Test Pen), Fungsi dan Cara Menggunakan Tespen

Tespen (Test Pen) merupakan salah satu alat yang sering digunakan oleh para teknisi listrik dalam melakukan pekerjaannya. Bentuknya yang relatif kecil dan mirip dengan sebuah pena membuat tespen ini mudah untuk dibawa kemana-mana.

Ujung test pen yang berbentuk "minus" dapat dijadikan sebagai obeng untuk melonggarkan atau mengencangkan sekrup (Screw).

Jadi tespen pada dasarnya adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk mengetahui atau mengecek apakah sebuah penghantar listrik memiliki tegangan listrik atau tidak. Penghantar listrik yang dimaksud disini dapat berupa kabel listrik, kawat listrik maupun stop kontak listrik.

Berbeda dengan multimeter, tespen tidak dapat digunakan mengukur seberapa tingginya suatu tegangan listrik di sumber penghantar listrik tersebut, testpen hanya dapat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya aliran listrik di suatu penghantar listrik dengan sebuah indikator lampu.

Jika terdapat listrik di stop kontak atau kabel listrik, maka lampu indikator akan menyala, jika tidak ada aliran listrik maka lampu indikator tidak akan menyala.

Berikut gambar bentuk tespen dan bagian-bagiannya.

bagian-bagian tespen

Fungsi Bagian Tespen

·     Penjepit berfungsi untuk menjepit pada saat tespen diletakkan pada kantong baju.

·     Lampu indikator berfungsi sebagai penanda jika terdapat tegangan listrik.

·     Arang berfungsi sebagai isolator untuk membatasi arus listrik.

·     Probe berfungsi untuk mencolok kabel atau komponen listrik yang dicek.

·     Isolator berfungsi untuk menghindari konsleting pada saat pengecekan.

·     Pegas berfungsi untuk menekan lampu indikator terhadap tutup konduktor.

·     Tutup konduktor berfungsi untuk mengalirkan arus listrik.

Jenis Jenis Tespen

Secara umum, tepen dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

1. Tespen Biasa

Tespen ini merupakan tespen yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dan berbentuk seperti obeng.

2. Tespen Digital

Tespen digital merupakan tespen yang dilengkapi dengan indikator digital dan memiliki tampilan yang lebih menarik. Tespen digital mempunyai lampu indikator dengan jenis LED sehingga warnanya bisa bermacam-macam dan ada pula dengan tampilan LCD. Selain itu, sebagai indikator juga dilengkapi dengan Buzzer sehingga dapat mengeluarkan suara. Bahkan ada juga tespen digital yang dapat digunakan pada tegangan AC maupun DC.

3. Tespen DC

Tespen DC hanya digunakan untuk mengecek aliran arus listrik searah (DC). Tespen DC mempunyai tegangan kerja antara 12 hingga 24 volt DC. Tespen ini banyak juga dipakai oleh teknisi kelistrikan mobil karena kelistrikan mobil menggunakan sumber listrik aki dengan tegangan 12 Volt.

Cara Menggunakan Test Pen

Untuk menggunakan tespen ini sebenarnya sangat mudah. Hanya dengan beberapa langkah, kita dapat mengetahui apakah sebuah stop kontak listrik atau kabel yang bersangkutan dialiri listrik atau tidak.

Tujuan pengetesan ini tentunya adalah untuk menghindari sengatan listrik yang berbahaya bagi kesehatan dan bahkan terjadinya kematian (apabila anggota badan kita tersentuh pada suatu penghantar yang bertegangan listrik yang sangat tinggi).

Berikut langkah-langkah untuk menggunakan tespen:

  1. Ambil Test Pen dan pegang Test Pen tersebut dengan ujung-ujung jari tangan.
  2. Letakan ujung jari telunjuk pada bagian atas Test Pen (ujung jari telunjuk harus tersentuh pada bagian besi di atas Test Pen tersebut).
  3. Tempelkan bagian ujung Test Pen (bagian bawah yang biasa berbentuk Minus Obeng) ke sumber listrik yang akan diuji.
  4. Perhatikan Lampu Indikatornya. Jika Lampu Indikator Menyala maka Kabel listrik atau penghantar listrik tersebut sedang dialiri arus listrik (terdapat Tegangan). Jika Lampu Indikator tidak Hidup (OFF) maka kabel listrik atau penghantar listrik tersebut tidak dialiri arus listrik (tidak terdapat tegangan di penghantar tersebut).

Posting Komentar

© InfoProduksi. All rights reserved. Distributed by Pixabin