Selamat Datang di infoproduksi.com!

Pengertian Thyristor, Fungsi, Jenis dan Cara Kerja Thyristor

thyristor

Thyristor merupakan komponen elektronika semikonduktor yang berfungsi sebagai saklar atau pengendali. Pada umumnya, thyristor ini memiliki dua hingga empat kaki terminal. Meskipun terbuat dari bahan semikonduktor, Thyristor tidak difungsikan sebagai penguat sinyal seperti transistor. Istilah "Thyristor" sendiri berasal dari bahasa yunani yang memiliki arti "Pintu".

Pada prinsipnya, thyristor yang memiliki tiga terminal akan menggunakan arus/tegangan rendah yang diberikan pada salah satu kaki terminalnya untuk mengendalikan arus/tegangan tinggi yang melewati dua terminal lainnya.

Sedangkan untuk thyristor yang memiliki dua terminal dan tidak memiliki terminal kendali (Gate), fungsi saklarnya akan diaktifkan apabila tegangan pada kedua terminalnya mencapai level tertentu. Level tegangan yang dimaksud tersebut biasa disebut dengan Breakdown Voltage atau Breakover Voltage. Pada saat dibawah tegangan breakdownnya, kedua kaki terminal tidak akan mengaliri arus listrik atau berada di posisi OFF.

Berbicara mengenai saklar elektronik, pada dasarnya kita juga dapat menggunakan transistor. Namun, jika dibandingkan dengan transistor, thyristor yang didedikasi sebagai komponen saklar ini akan dapat berfungsi lebih baik.

Baca juga : Pengertian DIAC dan Cara Kerja DIAC

Hal ini dikarenakan transistor memerlukan tegangan/arus yang tepat untuk mengoperasikan fungsi saklarnya, jika tegangan/arus yang diberikannya tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan maka transistor tersebut akan berada diantara keadaan ON dan OFF.

Saklar yang berada diantara keadaan ON dan OFF bukanlah suatu saklar yang baik. Berbeda dengan transistor, Thyristor dirancang untuk hanya berada di dua keadaan yaitu keadaan ON atau keadaan OFF saja.

Dalam aplikasinya, thyristor banyak digunakan di perangkat atau rangkaian elektronika seperti pengendali daya, osilator, peredam cahaya, osilator, timer, pengendali kecepatan motor listrik dan lain sebagainya.

Jenis-jenis Thyristor

Beberapa komponen elektronika yang tergolong dalam kelompok Thyristor diantaranya :

1. SCR (Silicon Controlled Rectifier)

SCR adalah jenis Thyristor yang memiliki tiga kaki terminal yang masing-masing terminal dinamai dengan GATE, ANODA dan KATODA. Secara struktur, SCR terdiri dari 4 lapis semikonduktor yaitu PNPN yang terminal pengendalinya terdapat pada lapisan P (Positif).

2. SCS (Silicon Controlled Switch)

SCS merupakan jenis Thyristor yang memiliki 4 kaki terminal yaitu terminal GATE, ANODE GATE, ANODE dan CATHODE. Sama seperti SCR, SCS atau Silicon Controlled Switch juga berfungsi sebagai Saklar.

3. TRIAC (Triode from Alternating Current)

TRIAC adalah Thyristor yang berkaki terminal tiga yang masing-masing terminalnya dinamai dengan GATE, MI1 dan MI2. Setelah dipicu (trigger) menjadi ON, TRIAC mampu menghantarkan arus listrik dari kedua arah. Oleh karena itu, TRIAC sering disebut juga dengan Bidirectional Triode Thyristor.

Baca juga : Pengertian TRIAC dan Aplikasi TRIAC

4. DIAC (Diode Alternating Current)

DIAC adalah Thyristor yang hanya memiliki dua kaki terminal dan dapat menghantar arus listrik dari kedua arah apabila tegangan melampaui batas tegangan breakovernya (tegangan breakdown). DIAC sering disebut juga dengan Bidirectional Thyristor.

Posting Komentar

© InfoProduksi. All rights reserved. Distributed by Pixabin