Selamat Datang di infoproduksi.com!

Konektor (Connector) : Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenis Konektor

Konektor (connector) merupakan suatu komponen elektro-mekanikal yang berfungsi untuk menghubungkan satu rangkaian elektronika ke rangkaian elektronika lainnya ataupun untuk menghubungkan suatu perangkat dengan perangkat lainnya. Umumnya, konektor terdiri dari konektor Plug (male) dan Konektor Socket (female).

Sekarang ini ada banyak sekali jenis konektor dengan nama yang berbeda-beda dan untuk keperluan yang berbeda-beda juga. Berdasarkan penggunaannya, konektor terbagi dalam dua jenis yaitu konektor standar dan konektor khusus.

Konektor standar merupakan konektor yang paling banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sifat penggunaan konektor standar ini adalah umum, yang dimana biasa digunakan di berbagai perangkat seperti konektor USB, konektor BNC, dan konektor PCB.

Sedangkan konektor khusus merupakan sebuah konektor yang dirancang secara khusus untuk dipasangkan pada PCB sebagai penghubung satu rangkaian PCB dengan rangkaian PCB yang lainnya. Konektor ini juga biasa disebut dengan konektor PCB atau PCB connector. Selain itu, konektor ini memiliki banyak bentuk dan jumlah pin (kaki) konektor PCB tergantung darri kebutuhan rangkaian PCB yang terkait.

Fungsi Konektor

Berikut beberapa fungsi dari konektor yang harus anda ketahui :

  • Untuk dapat memenuhi kapasitas dan ketahanan keluaran dari masing-masing jenis perangkat
  • Untuk dapat menjaga kestabilan sinyal informasi yang berasal dari pengirim maupun penerima
  • Sebagai titik pertemuan antara kabel dengan instrumen

Jenis-jenis Konektor Standar

Konektor standar yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari kita maupun dalam industri diantaranya adalah konektor USB, konektor BNC, konektor Koaksial, koneksi DC Power Supply, konektor Banana, konektor D, konektor RJ45 dan masih banyak lagi.

Berikut penjelasan singkat mengenai beberapa jenis konektor singkat yang paling sering dijumpai.

1. Banana Connector (Konektor Banana) dan Socket

Banana Connector atau yang juga biasa disebut sebagai konektor 4mm. Hal tersebut karena diameter yang dimiliki oleh banana connector ini memiliki ukuran 4mm. Pin pada Banana Connector ini terdapat 1 atau 2 per (spring) yang menonjol keluar, sehingga bentuknya menyerupai pisang (Banana).

Salah satu kelebihan atau keunggulan dari banana connector ini adalah dapat melewatkan arus listrik yang tinggi hingga 10A. Oleh karena itu, konektor ini banyak digunakan sebagai konektor yang menghubungkan speaker ke amplifier dan juga dalam peralatan Test Equipment seperti Multimeter dan Osiloskop. Konektor banana ditemukan pada tahu 1924 oleh Richard Hirschmann.

Untuk gambar dan bentuk dari banana connector bisa kalian lihat di bawah ini:

banana connector

2. USB Connector (Konektor USB) dan Socket

USB (Universal Serial Bus) merupakan konektor yang paling populer untuk sekarang ini dalam hal yang berhubungan dengan catu daya (Power Supply), komunikasi dan koneksi antara komputer dengan peralatan elektronika seperti HP, HDD, Digital kamera dan lain sebagainya. Seiring dengan perkembangannya peralatan portable, konektor USB pun memiliki berbagai jenis ukuran yakni ukuran standar type, mini dan micro.

Konektor USB dikembangkan oleh 6 perusahaan besar, diantarannya adalah Compaq, IBM, Intel, Microsoft, NEC dan Nortel pada tahun 1994.

Berikut gambar dan bentuk konektor USB beserta socketnya :

USB connector

3. Coaxial Connector (Konektor Koaksial) dan Socket

Konektor Koaksial (Coaxial Connector) digunakan untuk menghubungkan kabel koaksial yang membawa frekuensi tinggi seperti pada kabel antena IV. Coaxial Connector ini memiliki kelebihan dalam mengurangi noise pada frekuensi tinggi. Berikut gambar bentuk konektor koaksial beserta socketnya.

coaxial

4. BNC Connector (Konektor BNC) dan Socket

BNC connector dirancang khusus untuk kabel koaksial yang membawa signal frekuensi tinggi dimana kejernihan signal yang bebas dari distorsi dan noise merupakan hal yang sangat penting.

Konektor BNC biasanya digunakan pada Test Equipment Frekuensi seperti Osiloskop, Audio Analyzer, Signal Generator. BNC connector dirancang oleh Paul Neill, Cari Concelman, dan Octavio M. Salati dan dipatenkan pada tahun 1951. BNC merupakan singkatan dari "Bayonet Neill-Concelman".

Berikut gambar bentuk dari konektor BNC dan socketnya :

BNC connector

5. RCA Connector (Konektor RCA) dan Socket

RCA connector sering juga disebut sebagai Phono Connector ataupun A/V Jack. RCA connector merupakan kependekan dari "Radio Corporation of America". Konektor RCA ditemakan pada awal tahun 1940-an dan pada umumnya berfungsi sebagai konektor untuk kabel pembawa signal audio dan video.

Untuk membedakan signal yang akan dibawa, biasanya konektor RCA diberikan warna yang berbeda seperti kuning untuk Signal Video, Merah dan Putih untuk signal stereo (Audio Kiri dan Audio Kanan).

Berikut gambar bentuk dari RCA connector beserta socketnya :

RCA connector

6. D Connector (Konektor D) dan Socket

D Connector atau D-Subminiature (D-Sub) merupakan konektor yang sering ditemukan dalam komputer. Penggunaan "D" sebagai namanya karena bentuk konektor yang mirip seperti huruf "D" yang sebenarnya adalah berfungsi untuk menghindari terjadinya kesalahan pemasangan.

D Connector umumnya mempunyai 2 baris atau 3 baris Pin. Jumlah Pin pada konektor D juga beragam, mulai dari 9 Pin hingga 100 Pin. Konektor D yang paling sering dijumpai pada komputer adalah konektor VGA (DE-15; 15 Pin) dan konektor komunikasi serial RS-232 (DE-9; 9 Pin).

Berikut gambar bentuk dari konektor D beserta socketnya :

D connector

7. Phone Connector (Konektor Phone) dan Socket

Phone Connector atau sering juga disebut dengan phone jack merupakan konektor yang pada umumnya digunakan untuk konektor kabel yang menghantarkan signal Audio. Terdapat 3 ukuran Phone Connector yaitu ¼” (6.3mm), 1/8” (3.5mm) dan 3/32” (2.5mm).

Phone Connector (Phone Jack) juga tersedia dalam bentuk mono dan stereo, bahkan sekarang sudah dapat ditemukan phone jack kombinasi yang terdiri dari stereo, mikropon dan tombol pengendali.

Aplikasi phone connector umumnya untuk konektor mikropon, konektor headphone, konektor earphone dan lain sebagainya. Berikut gambar bentuk konektor phone beserta socketnya.

phone connector

8. DC Connector (Konektor Arus DC) dan Socket

DC Connector merupakan konektor yang diperuntukan kabel yang menghantarkan arus listrik DC. DC Connector pada umumnya berbentuk silinder dan memiliki polaritas positif dan negatif.

Konektor arus DC ini banyak dijumpai di adaptor seperti adaptor laptop, adaptor telepon dan lain sebagainya. Berikut gambar bentuk konektor DC (DC Connector) beserta scketnya :

DC connector

9. Modular Connector

Modular Connector umumnya digunakan pada peralatan Telekomunikasi dan Komputer seperti kabel Telepon dan juga Kabel LAN (Local Area Network). Modular Connector juga sering disebut dengan “RJ Connector” ataupun Modular Phone Jack”. 

Modular Connector yang sering digunakan untuk Network (Jaringan) computer adalah Modular Connector Jenis RJ45 yang memiliki 8 Pin (8P8C) sedangkan untuk Telepon rumah sering digunakan Modular Connector yang berjenis RJ11 (6P2C) atau RJ14 (6P4C).

Catatan : 8P8C = 8 Pin 8 Contact.

Berikut ini adalah gambar bentuk Konektor Modular (Modular Connector) beserta socketnya :

modular connector

10. PCB Connector (Konektor PCB)

Selain konektor-konektor standar yang disebut diatas, terdapat juga konektor yang dipasang dalam PCB yang menghubungkan satu rangkaian PCB dengan rangkaian PCB lainnya. Bentuk-bentuk konektor PCB tersebut berbeda-beda tergantung perancangan PCB dan keperluannya.

Konektor PCB tersebut rata-rata terpasang didalam peralatan Elektronika dan tidak dapat dilihat oleh Konsumen pada umumnya. Berikut ini gambar beberapa jenis konektor yang sering dipasang di PCB. Dibawah ini adalah gambar bentuk berbagai jenis Konektor PCB (PCB Connector) :

pcb connector

Posting Komentar

© InfoProduksi. All rights reserved. Distributed by Pixabin